Prabowo Subianto – Rapat perdana bapak Prabowo Subianto yang sebagai menteri pertahanan bersama Komisi dari I DPR RI di Kompleks Parlemen. Yang di warnai dengan perdebatan yang panjang. Seusai menjelaskan program kerjanya  Prabowo Subianto yang sempat berdebat dengan anggota Fraksi Partai  (PDI-P) yang soal anggaran di kementerian pertahanan. Yang awalnya dari anggota Komisi I dari Fraksi PDI-P Effendi yang meminta bapak Prabowo menjelaskan proyeksi anggaran negara di Kementerian Pertahanan Tahun 2020 yang sebesar Rp 131 triliun. Yang pasal nya proyeksi yaitu yang tercantum dalam kertas penjabaran yang di terima oleh seluruh anggota Komisi I. Namun yang tidak di jelaskan oleh Bapak Prabowo Subianto yang secara lisan.

“Saya ingin meminta dan sekaligus di jabarkan karena itu ada dukungan anggaran dari pemerintah. Tapi saudara Menhan yang tadi tidak menyinggung sama sekali yang hanya visi-misi, Jadi dukungan anggaran nya yang seperti apa. Tolong disampaikan,” ujar Effendi.

Prabowo Subianto

Anggota Fraksi PPP Syaifullah Tamliha Memprotes Permintaan Effendi

Anggota Komisi I yang dari Fraksi PPP adalah Syaifullah Tamliha yang memprotes permintaan bapak Effendi tersebut. Mereka mengatakan yang sesuai kesepakatan rapat dengan Kapoksi, yang terkait penjabaran anggaran yang akan di lakukan secara tertutup. Pernyataan dari Tamliha itu di setujui oleh bapak Prabowo Subinati. “Saya kira demikian, saya mengatakan yang mengenai rinci, yang bersifat teknis dan dari anggaran saya mohon tertutup. kami akan sampaikan dan kami akan bahas,” ucap bapak Prabowo Subianto. Pernyataan itu yang kemudian di sanggah oleh bapak Effendi (PDI-P). Menurut bapak Prabowo Subianto yang seharusnya menyampaikan seluruh bagaimana progam kerjanya yang termasuk dukungan anggarannya. “Selazim nya mentri pertahanan itu yang menyampaikan apa yang menjadi program kerjanya. Yang termasuk dukungan anggaran nya yang bahwa nanti misalnya mentri pertahanan yang ingin bahas ini tertutup, ya itu kesepakatan kami semua. Tapi di bahan ini sudah terbuka,” kata Bapak Effendi.

Prabowo Subinto mengasuhkan jika “terbuka kepada Komisi I, tapi kita yang tidak terbuka kepada umum”. Bapak Prabowo menjelaskan bagaimana yang sebenarnya dirinya tidak keberatan yang apabila di minta untuk menjabarkan proyeksi anggaran pemerintah. Namun hal itu yang terkait dengan kemampuan dan kesiapan negara dalam pertahanan. Yang sementara kemampuan negara dalam bidang pertahanan yang tidak boleh di sampaikan secara terbuka. “Begini Saudara Bapak Effendi yang soal anggaran terbuka. Tapi soal kesiapan dan kemampuan itu yang tidak boleh terbuka. Nah yang kadang-kadang kemampuan dan kesiapan itu yang berkaitan dengan anggaran pemerintah” ucap mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Baca Juga : Benarkah Susi Pudjiastuti Masih Idola Netizen? Ini Faktanya

Tidak Terbuka Anggota Fraksi PDI-P

Anggota Fraksi PDI-P lainnya yaitu Adian Napitupulu yang juga larut dalam perdebatan. Adian yang mengatakan dari permintaan Bapak Effendi sangat sederhana. Yang merupakan meminta Bapak Prabowo Subianto untuk membacakan bahan penjabaran yang terkait anggaran yang sudah di bagikan oleh kepada anggota Komisi I. “Yang di minta oleh Bapak Effendi ini yang sederhana, apa yang sudah di paparka. Di paparkan saja yang secara lisan. Yang bahwa pendalaman kami yang buat tertutup ini tidak persoalan. Sangat lucu jika disini kita jabrakan terbuka, tapi tidak mau d ibacakan ya tidak mau di sampaikan,” kata Adian Napitupulu . Ketika demikian sehingga rapat kerja yang di gelar secara yang tertutup. Bapak Prabowo yang enggan untuk menjabarkan proyeksi dari anggaran Kementerian Pertahanan. Bapak Prabowo yang menekankan bahwa pembahasan yang terkait pertahanan negara harus di lakukan secara hati-hati yang agar tidak di ketahui oleh pihak di luar Indonesia. Mereka yang mengaku tidak keberatan untuk menjabarkan proyeksi dari anggaran asal di lakukan secara tertutup. Bapak Prabowo yang hanya memastikan pemerintah yang akan bertanggung jawab dalam menggunakan anggaran kementrian pertahanan.

Salah Paham Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon Terhadap Prabowo Subianto

Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang menilai bagaimana perdebatan di antara Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Effendi Simbolon terjadi yang hanya karena salah paham. “Yang sebenarnya itu kesalahpahaman saja,” ujar Bapak Fadli saat di temui di sela rapat kerja. Menurut Fadli, Prabowo berharap pembahasan mendalam soal anggaran dilakukan secara tertutup yang bersama seluruh anggota Komisi I. “Yang maksudnya Bapak Prabowo kalau postur dari anggaran yang di peruntukkan tadi sudah sangat jelas tapi pendalaman nya terhadap anggaran itu yang di harapkan pembicaraan itu yang tertutup. Soal pertahanan ini yang sangat sensitif,” ujar Wakil Ketua Umum dari  Partai Gerindra itu. Menurut Bapak Fadli yang setelah rapat di gelar secara yang tertutup. Bapak Prabowo Subianto yang menjabarkan postur anggaran kementerian pertahanan yang secara bebas ke seluruh anggota Komisi I yang hadir. “Dan itu tadi setelah rapat di lakukan secara tertutup Bapak Prabowo Subianto yang jauh lebih bebas berbicara dan rekan-rekan anggota juga yang cukup banyak,” kata Bapak Fadli.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *